Kisah Mengharukan !!! ini Dia Kisah Seorang Bilal Dan Adzan Terakhirnya !!!

Kisah Seorang Bilal Dan Adzan Terakhirnya - Mulai sėjak Rasulullah mėninggal dunia, Bilal mėyakinkan dianya untuk tidak lagi mėlantukan Adzan di puncak Masjid Nabawi di Madinah. Bahkan kėinginan Khalifah Abu Bakar saat itu, yang kėmbali mėmohonnya untuk jadi muadzin tak dapat Ia pėnuhi.
Kisah Seorang Bilal Dan Adzan Terakhirnya
Kisah Seorang Bilal Dan Adzan Terakhirnya
Dengan kesedihan yang mendalam Bilal berkata : “Biarkan saya cuma jadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah sudah tidak ada, jadi saya bukanlah muadzin siapa-siapa lagi. ”

Khalifah Abu Bakar juga dapat memahami rasa sedih Bilal serta tidak lagi memohonnya untuk kembali jadi muadzin di Masjid Nabawi, melantunkan Adzan panggilan umat muslim untuk menunaikan shalat fardhu.

Cerita Bilal serta Adzan Terakhirnya

Kesedihan Bilal akibat wafatnya Rasulullah tak dapat hilang dari dalam hatinya. Ia juga memutuskan untuk meninggalkan Madinah, bergabung dengan pasukan Fath Islamy pindah ke negeri Syam. Bilal lalu tinggal di Kota Homs, Syria.

Demikian lamanya Bilal tidak berkunjung ke Madinah, sampai disuatu malam, Rasulullah Muhammad SAW ada dalam mimpinya. Dengan nada lembutnya Rasulullah menyapa Bilal : “Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, kenapa engkau tidak mengunjungiku? Kenapa hingga seperti ini? “

Bilal juga segera terbangun dari tidurnya. Tanpa ada memikirkan panjang, Ia mulai menyiapkan perjalanan untuk kembali ke Madinah. Bilal berniat untuk ziarah ke makam Rasulullah sesudah demikian th. lamanya Ia meninggalkan Madinah.

Setibanya di Madinah, Bilal segera menuju makam Rasulullah. Tangis kerinduannya membuncah, cintanya pada Rasulullah demikian besar. Cinta yang tulus lantaran Allah pada Baginda Nabi yang demikian dalam.

Ketika yang bersamaan, terlihat dua pemuda mendekati Bilal. Ke-2 pemuda itu yaitu Hasan serta Husein, cucu Rasulullah. Masihlah dengan berurai air mata, Bilal tua memeluk ke-2 cucu yang paling disayangi Rasulullah itu.

Umar bin Khattab yang sudah jadi Khalifah, juga ikut haru lihat panorama itu. Lalu salah satu cucu Rasulullah itupun bikin satu keinginan pada Bilal.

“Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami menginginkan kembali kenang kakek kami. ”

Umar bin Khattab juga turut memohon pada Bilal untuk kembali mengumandangkan Adzan di Masjid Nabawi, walaupun cuma satu barangkali. Bilal pada akhirnya mengabulkan keinginan cucu Rasulullah serta Khalifah Umar Bin Khattab.

Waktu tiba saat shalat, Bilal naik ke puncak Masjid Nabawi, tempat Ia biasa kumandangkan Adzan seperti pada saat Rasulullah masihlah hidup. Bilal juga mulai mengumandangkan Adzan.

Waktu lafadz “Allahu Akbar” Ia kumandangkan, saat itu juga semua Madinah merasa senyap. Semua kegiatan serta perdagangan terhenti. Kebanyakan orang sontak terkejut, nada lantunan Adzan yang dirindukan bertahun-tahun itu kembali terdengar dengan merdunya.

Lalu waktu Bilal melafadzkan “Asyhadu an laa ilaha illallah“, masyarakat Kota Madinah berhamburan dari tempat mereka tinggal, berlarian menuju Masjid Nabawi. Bahkan juga dikisahkan beberapa gadis dalam pingitan juga turut berlarian keluar tempat tinggal mendekati asal nada Adzan yang dirindukan itu.

Puncaknya waktu Bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah“, seisi Kota Madinah pecah oleh tangis serta ratapan pilu, teringat pada saat indah waktu Rasulullah masihlah hidup serta jadi imam shalat berjamaah.

Tangisan Khalifah Umar bin Khattab terdengar paling keras. Bahkan juga Bilal yang mengumandangkan Adzan itu tersedu-sedu dalam tangis, lidahnya tercekat, air matanya tidak henti-hentinya mengalir. Bilal juga tak mampu meneruskan Adzannya, Ia selalu terisak tidak dapat lagi berteriak meneruskan panggilan mulia itu.

Hari itu Madinah mengenang kembali saat waktu Rasulullah masihlah ada di antara mereka. Hari itu, Bilal melantukan adzan pertama serta terakhirnya sejak kepergian Rasulullah. Adzan yang tidak dapat dirampungkannya.
Maha Suci Allah, cerita di atas sudah mengaduk-aduk cinta serta kerinduan kita pada Rasulullah Muhammad SAW. Cerita yang dapat bikin kita meneteskan airmata sinyal cinta serta rindu pada Baginda Nabi. Mudah-mudahan kita dapat memperoleh syafaat dari Rasulullah serta dapat berjumpa dengan Rasul waktu hari berbangkit.


SUMBER : http://1001kisahteladan.com/kisah-mengharukan-bilal-dan-adzan-terakhirnya-108/