Anda Sering Kesulitan Membedakan Sakit Pinggang dan Sakit Ginjal! Ini Cirinya, Jangan Sampai Salah Lagi Yaaaa!!!

Membedakan Sakit Pinggang dan Sakit Ginjal - Masyarakat Indonėsia sėcara umum mėmang masih sulit mėmbėdakan antara gėjala sakit ginjal dėngan sakit pinggang. Harus diakui, dari sėgi gėjala dan intėnsitas nyėri mėmang agak susah mėmbėdakan jika sakit pinggang yang didėrita itu adalah sakit pinggang sėbėnarnya, bukan karėna ginjal.
Membedakan Sakit Pinggang dan Sakit Ginjal
Membedakan Sakit Pinggang dan Sakit Ginjal
Perlu dipahami oleh Anda, bahwa sakit pinggang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti masalah pada otot, tulang atau saraf.


Namun, jika sakit pinggang yang disebabkan oleh keluhan di ginjal maka tidak akan berubah atau hilang intensitas nyerinya karena perubahan posisi. Contohnya, apabila pasien merasa nyeri pada pinggang itu berkurang ketika ia duduk atau berbaring. Kemungkinan besar itu hanyalah sakit pinggang.

“Rasa nyeri yang diderita pasien sakit pinggang yang disebabkan oleh ginjal tidak akan berpengaruh jika ia berubah posisi. Ini berbeda halnya apabila pasien yang mengalami nyeri pinggang karena ginjal, jika bagian yang terasa nyeri ditekan atau dipijat maka akan terasa lebih sakit,” jelas Dr. dr. Nur Rasyid, Sp. U, dokter spesialis urologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, soal perbedaan sakit ginjal dengan sakit pinggang biasa.

Menurutnya lagi, selain dari intensitas nyeri, pasien sakit pinggang karena ginjal akan mengalami demam. Namun, harus dipastikan juga jika demam bukan terjadi akibat infeksi pada otot pinggang. Karena apabila terjadi infeksi pada otot, kemungkinan akan menimbulkan demam.

Selain itu, ketika pasien sakit ginjal, ketika buang air kecil umumnya warna urin akan terlihat lebih keruh hingga yang paling parah adalah kemerahan bercampur darah.

“Untuk penanganan lebih lanjut, sebaiknya dilakukan USG agar ginjal bisa dicek untuk mengetahui apakah normal atau ada kelainan, misalnya melebar karena tersumbat hingga bengkak. Harus diketahui, USG sifatnya hanya untuk mendeteksi adanya gangguan atau tidak pada ginjal. Khusus masalah fungsi ginjal, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium,” terang Nur Rasyid.

Ia pun menganjurkan agar ginjal tetap berfungsi dengan baik dan sehat, maka tindakan preventif paling sederhana adalah minum air yang cukup. Tidak hanya itu saja, Anda juga wajib membatasi konsumsi gula dan garam serta rutin berolahraga.