Media Tanam Organik untuk Tanaman Dalam Pot Yang Baik



Media Tanam Organik untuk Tanaman Dalam Pot Yang Baik
Media Tanam Organik
Media Tanam Organik
Media Tanam Organik untuk Tanaman Dalam Pot Yang BaikSeperti halnya tanaman, media tanam juga sangat beragam. Berdasarkan bahan penyusunnya, media tanam terbagi menjadi dua kelompok, yakni organik dan anorganik. Tentu saja, media tanam organik jauh lebih unggul. Umumnya, media tanam tersebut berasal dari komponen organisme hidup, seperti dedaunan, batang, atau buah-buahan. Oleh sebab itu, media tanam ini jauh lebih unggul bila dibandingkan dengan yang anorganik.

Bukan tanpa alasan tentunya, media organik memberi banyak manfaat untuk tumbuhan. Selain sudah menyediakan unsur hara, bahan organik juga mempunyai pori-pori makro dan mikro yang hampir seimbang dan memiliki daya serap yang tinggi. Dengan banyak kelebihan tersebut, tak heran bila media tanam tersebut digunakan oleh banyak orang.

Media tanam organik pun sangat beragam yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan berbagai jenis tumbuhan. Ragam media tanam tersebut juga dapat dikombinasikan antara satu dan yang lain, seperti arang dan pakis. Namun, untuk bisa menanam atau bahkan mengombinasikan, masyarakat terlebih dahulu harus memahami karakteristik tiap media tanam. Bila tidak, media tanam yang digunakan bisa saja tidak sesuai dengan tumbuhan.
Nah, apa saja media tanam organik yang bisa digunakan? Berikut empat (bagian 1) di antaranya.

Media Tanam Organik

Arang

Media tanam ini dapat berasal dari kayu atau batok kelapa. Cocok digunakan di daerah dengan kelembapan tinggi dan bersifat penyangga sehingga dapat menetralisir bila terjadi kesalahan dalam pemberian unsur hara. Arang juga tidak mudah lapuk sehingga akan sulit ditumbuhi jamur atau hama lain yang merugikan tanaman.

Kekurangannya, arang tidak bisa mengikat air dalam jumlah banyak dan mengandung sedikit unsur hara. Oleh sebab itu, penggunaan arang harus didukung dengan pemupukan untuk menyuplai unsur hara. Sebelum digunakan, akan lebih baik arang dipecah dan dipotong kecil-kecil agar mudah saat penempatan dalam pot. Sesuaikan potongan arang dengan ukuran wadah atau pot yang nanti digunakan.

Humus

Bahan satu ini pastinya sudah diketahui oleh banyak orang. Humus biasanya dijumpai pada lapisan atas tanah (top soil) dan berwarna gelap. Humus banyak menyimpan unsur hara sehingga bisa menyuburkan tanah. Hanya saja, media tanam satu ini mudah ditumbuhi jamur, terutama saat ada perubahan suhu atau kelembapan. Humus juga memiliki porositas yang rendah sehingga akar akan sulit menyerap air. Oleh sebab itu, tambahkan media tanam lain dengan porositas tinggi, misalnya pasir atau tanah.

Sekam Padi

Media tanam ini berasal dari kulit biji padi yang sudah digiling. Sekam yang digunakan, ada yang sudah dibakar maupun yang mentah (tidak dibakar). Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan yang berbeda. Selain keduanya dapat memperbaiki struktur tanah, sekam bakar termasuk media tanam yang gembur karena memiliki kandungan karbon (C) yang tinggi. Sementara sekam mentah, mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, tidak mudah menggumpal atau memadat, dan mengandung kalium (K). Sayangnya, sekam bakar cenderung mudah lapuk dan sekam mentah tidak banyak mengandung unsur hara.

Kompos

Ada dua peranan kompos dalam hal memperbaiki kondisi tanah, yakni soil conditioner(memperbaiki struktur tanah) dan soil ameliorator (memperbaiki kemampuan tukar kation tanah). Kompos juga dapat membantu dalam proses penyerapan unsur nitrogen (N) yang dibutuhkan oleh tanaman.
Sebelum menggunakannya, pastikan kompos mengalami pelapukan secara sempurna, dengan tanda berubahnya warna menjadi hitam kecokelatan, tidak berbau, memiliki kadar air yang rendah, dan mempunyai suhu ruang.

Baca juga Tips dan Inspirasi Berkebun lainnya:
Sekian artikel mengenai Media Tanam Organik untuk Tanaman Dalam Pot Yang Baiksemoga Artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.