URINE SAPI FERMENTASI UNTUK PUPUK dan PESTISIDA ORGANIK

URINE SAPI UNTUK PUPUK dan PESTISIDA ORGANIK
Dalam dunia pertanian, ternyata urine sapi (air kencing sapi) sangat bermanfaat sekali bagi petani khususnya dikarena urine sapi ini mengandung berbagai unsur hara sehingga dapat digunakan sebagai pupuk organik cair....




Kelebihan Pupuk Organik Cair
Mempunyai sejumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan juga air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat.
Mengandung zat perangsang tumbuh akar yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh tanaman
Mempunyai bau yang khas urine ternak yang dapat berfungsi untuk mencegah datangnya berbagai hama tanaman.

URINE SAPI UNTUK PUPUK dan PESTISIDA ORGANIK. 
Sebelum digunakan sebagai pupuk pertanian, maka  urine sapi ini sebaiknya di fermentasi terlebih dahulu.Salah satu cara memfermentasi urine sapi salah tersebut adalah:

BAHAN:
Urine sapi 20 liter
Gula merah 1 kg atau bisa juga tetes tebu 1 liter
Segala jenis empon-empon(Lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali) masing-masing ½ kg
Air rendaman kedelai 1 gelas atau Urea 1 sendok makan
Lebih bagus jika dicampur dengan bakteri dekomposer bisa berupa EM4, Simba, Mbio dll
Air 4 liter

CARA PEMBUATAN:
Empon-empon ditumbuk dan direbus sampai mendidih
Setelah dingin campur dengan semua bahan yang lain
Ditutup rapat dalam jerigen dan didiamkan selama 3 minggu
Setiap hari sekali tutup dibuka untuk membuang gas yang dihasilkan

CARA PENGGUNAAN:
Gunakan urine tersebut dengan kadar 10% (1 urine:10 air)
Untuk seed treatmen benih/biji direndam selama semalam
Untuk bibit perendaman selama maksimal 10 menit
Untuk pupuk cair yang diaplikasi lewat daun gunakan 1 liter urine per tangki

Zat perangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih/bibit
Sebagai Pupuk daun organik
Dengan dicampur pestisida organik bisa membuka daun yang keriting akibat serangan thrip.