Bangun Aset Produktif dan Pendapatan Pasif dari Gaji. ini Caranya !!!

Sedari dulu anak-anak sering sekali dianjurkan oleh orang tua mereka agar dapat mencapai pendidikan yang tinggi dan baik. Semua anjuran tersebut diucapkan atas dasar satu keyakinan yaitu dengan pendidikan, maka mereka bisa memperoleh pekerjaan yang mapan dan gaji yang besar untuk masa depan mereka.
Tidak ada yang salah dengan anjuran tersebut. Pada dasarnya ujaran itu dimanfaatkan sebagai pengingat agar senantiasa bekerja keras untuk menghidupi orang-orang tercinta. Untungnya, dalam persoalan gaji dan keuangan, ada banyak cara bisa anda lakukan untuk memperbesar penghasilan anda. Terlebih Jika pintar mengatur keuangan, apalagi mengelolanya, maka akan begitu banyak pos penghasilan lain yang bisa Anda kembangkan untuk masa depan anda.

Copyright by neworldcoaching.com

Dua kata kunci yang bisa menjadi pedoman adalah aset produktif dan juga passive income. Aset produktif dapat dikatakan yaitu sumber penghasilan tetap yang dihasilkan per bulan dari hal-hal di luar pekerjaan anda. Aset produktif yang biasa orang lakukan yaitu misalnya deposito, rumah kontrakan, kost-kostan, franchise, dividen saham, valuta asing, hingga investasi emas.
Aset produktif tersebut akan membuat Anda akan mempunyai banyak penghasilan di luar gaji yang diterima setiap bulan.
Lalu, bagaimana dengan passive income?
Pada dasarnya passive income merupakan konsekuensi yang logis dari aset produktif yang telah anda dilakukan. Pengertian passive income sendiri yaitu  jumlah pendapatan yang dihasilkan dari aset produktif. Misalnya Anda mempunyai rumah yang kemudian dijadikan kost-kostan. Maka Per bulannya Anda menerima transfer sekian Rupiah dari para penyewa kamar tersebut. Nah uang sekian Rupiah itulah yang disebut sebagai passive income. Anda tidak perlu banyak keluar keringat untuk memperoleh pendapatan tetap per bulannya.
Passive income dari aset produktif memang begitu menggiurkan. Di samping Anda hanya perlu modal awal yang jumlahnya bisa anda ditentukan sendiri, banyak aspek lain juga yang membuat aset produktif ini begitu diburu dan dicari.
Satu alasan yang sering dijadikan pegangan bagi orang adalah minimnya risiko, return of investmentnya yang besar, sampai pengeluaran biaya pemeliharaan yang cenderung terukur dan pasti.
Tidak heran dengan alasan tersebut, orang menjadi tertarik untuk membeli aset produktif dan mulai belajar untuk menghasilkan passive income.
Namun, meski itu sangat menjanjikan, tapi tentu saja Anda juga perlu tetap menjejakkan kaki di atas tanah. Pasalnya untuk membeli dan menjalankan aset produktif ini tidak semudah membalikkan telapak tangan bosss !!.
Karena ada banyak hal harus diperhatikan ketika menjalankan aset produktif sampai akhirnya bisa menghasilkan passive income yang berkualitas.
Nah, kira-kira apa saja yang sekiranya perlu diperhatikan?
Berikut ini ada tiga saran yang bisa dipikirkan ketika hendak memulai rencana untuk membelian aset produktif dan menghasilkan passive income.
Pertama, Anda bisa memulainya dengan mulai memilih jenis aset produktif mana yang hendak dibeli ataupun yang akan dijalankan.
Apakah pada bidang properti yaitu dengan menyewakan rumah ataupun kost-kostan? Apakah di bidang finansial yaitu dengan menabung deposito, membeli reksadana, bermain saham, valuta asing, atau juga investasi emas? Ataupun bidang-bidang lainnya?
Jika anda telah memilih jenis aset produktif, maka langkah kedua yang bisa dilakukan adalah mengembangkan kemampuan dan juga wawasan kewirausahaan anda.
Ketiga, belajarlah untuk selalu melihat peluang melebarkan aset produktif dengan mengetahui seberapa besar potensi yang ada didalam diri.
Pasalnya, tidak tertutup kemungkinan  bila aset produktif yang nanti dijalankan sama sekali tidak berhubungan dengan profesi yang dijalankan, minat, bakat, atau bahkan latar belakang keluarga.
Untuk mendukung aset produktif dan passive income Anda, maka anda perlu atur strategi dan juga rencana gaji Anda untuk ke depannya dengan fitur Salary Benchmark.
Dengan fitur ini, maka Anda bisa mengetahui berapa seharusnya gaji yang Anda terima sesuai standar yang berlaku di pasar kerja, dengan mempertimbangkan industri, posisi, dan juga pengalaman yang telah didapatkan selama ini. Maka Jika gaji Anda telah sesuai atau bahkan lebih besar dibanding kondisi pasar, maka bukan tidak mungkin rencana membeli aset produktif jadi lebih lancar dan jadi kenyataan bukan?
Atau jika Anda telah memiliki 1-2 aset produktif sekarang, maka Anda pun menjadi memiliki kesempatan untuk mengembangkannya lebih jauh dengan menambah inovasi dan kreasi pada aset tersebut.
Ketiga saran yang diungkapkan tadi memang baru sebagai pedoman awal. Maka Anda bisa bertanya lebih jauh pada orang yang dianggap ahli atau telah berpengalaman menjalankan aset produktif tersebut.
Selain itu, janganlah lupa juga bahwa tujuan utama anda menjalankan aset produktif dan menghasilkan passive income ini adalah untuk kebaikan dalam diri anda sendiri serta orang-orang di sekitar yang dicintai.
Jadi Jika anda telah mampu menjalankan aset produktif secara sehat dan menghasilkan passive income sesuai yang diharapkan, maka rasa aman dan berarti bagi orang-orang yang dicintai diharapkan terus tertanam dalam diri. Aminnnn
Selamat mencoba....